Minim Temuan, LSP P-1 Untag Surabaya akan Diajukan menjadi LSP Terbaik
Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P-1) Untag Surabaya baru saja melakukan perpanjangan lisensi (relisensi). Pihak BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang melakukan relisensi diwakili oleh M. Zubair dan Nova Anggraini. “Relisensinya berjalan dengan lancar alhamdulillah,” ungkap Dr. Sumiati, MM., Direktur LSP P-1 Untag Surabaya saat ditemui di kantornya, Rabu (13/3). Acara yang terlaksana Jumat lalu tersebut bertempat di kantor LSP P-1 Untag Surabaya dan didampingi oleh seluruh pengurus LSP P-1 Untag Surabaya. “Kegiatan juga dibuka oleh rektor,” sambung Dr. Sumiati.
Hasil dari penelusuran data operasional hingga laporan Uji Kompetensi yang telah terlaksana, LSP P-1 Untag Surabaya dinyatakan minim temuan. Hal tersebut jarang sekali ditemui. “Jadi semua dicek, dari administrasi, skema, jumlah yang telah diuji hingga jumlah penguji atau assesor. Semuanya memberikan berkas sesuai yang diminta. Temuan yang kurang sesuai pun tidak ada sama sekali. Secara administrasi maupun performa, sudah memenuhi standar BNSP dengan baik,” tutur Dr. Sumiati. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu menambahkan, oleh karena nihil temuan, pihak BNSP akan merekomendasikan LSP P-1 Untag Surabaya menjadi salah satu LSP terbaik se-Indonesia. “Hasil dari verifikasi katanya akan diusulkan menjadi LSP terbaik, dan itu sebuah kebanggaan tersendiri,” imbuhnya.
Namun, terlepas dari itu, BNSP memberikan saran kedepan agar LSP semakin lebih baik, terutama dalam hal komite skema. “Komite skema dulu kan dari masing-masing Fakultas, jadi ada 6 perwakilan. Namun sekarang, dengan Untag Surabaya yang telah terakreditasi A, jadi diminta untuk memiliki anggota komite skema dari kalangan Dunia Usaha dan Dunia Industri atau DUDI agar kompetensi mahasiswa sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan atau dunia industri saat ini,” terangnya.
LSP P-1 Untag Surabaya sendiri telah berencana untuk mengundang Kepala Program Studi dan Dekan untuk membahas hal tersebut. “Selama ini masing-masing program studi sudah bekerjasama dengan pihak atau instansi luar, kami memohon agar lembaga pihak luar yang sudah bekerjasama diusulkan untuk bisa bekerjasama juga dengan pihak LSP,” urainya.
Kedepan, Dr. Sumiati menargetkan LSP P-1 Untag Surabaya bisa melakukan pengembangan skema, memiliki 50 asesor dan bisa mendapat jatah uji gratis kembali. “Saat ini masih fokus perpanjangan lisensi beberapa asesor,” tutupnya. (ua/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar