Bandingkan Junk Food dengan Nutrition Food, M. Ilham Raih Juara 3 Lomba Poster Tingkat Nasional

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Untuk ketiga kalinya ditahun 2018, UKM Kerohanian Islam UNTAG Surabaya kembali meraih juara dalam ajang Nasional. Prestasi kali ini diraih oleh Muhammad Ilham, staff ahli bidang riset mentoring UKMKI UNTAG Surabaya. Ia berhasil meraih juara 3 lomba Poster tingkat Nasional dalam rangkaian acara Islamic Fair of Public Health (IFOPH) 2018. Lomba yang diselenggarakan oleh Dewan Agama Islam BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga Surabaya tersebut terlaksana pada 3 November lalu.

Saat ditanya mengenai perasaannya mampu meraih juara, Ilham mengaku senang dan bersyukur. “Ya alhamdulillah, sama seperti yang lain kalau ditanya pasti senang,” tuturnya saat ditemui, Minggu (11/11). Apalagi lomba poster ini sebenarnya untuk beregu. “Jadi satu tim itu beranggotakan dua orang. Dari 10 tim yang ada, hanya saya dan salah satu peserta lain yang hanya sendirian ketika mempresentasikan isi poster,” terang mahasiswa Prodi Tekik Arsitektur tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan konsep poster yang diangkatnya adalah mengenai junk food versus nutrition food. “Saya perhatikan masyarakat pola hidupnya untuk makanan lebih banyak yang beli di outlet cepat saji daripada memasak sendiri,” jelasnya. Menurut Ilham, makanan cepat saji memang lebih cepat dalam penyajian, namun untuk nutrisinya tidak sebaik bahkan jauh dibanding memasak sendiri. “Jadi saya lebih fokus pada nutrisinya. Selain itu, kalau kita memasak sendiri, tentu membeli bahannya di pasar tradisional. Darisana juga kita bisa membantu penguatan ekonomi rakyat menengah,” tambahnya.

Mahasiswa asal Sulawesi Tenggara tersebut berharap poster yang ia buat sedikitnya mampu merubah pola pikir masyarakat. “Karena memang sudah ada didalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 88 bahwa makanlah dari apa yang halal dan baik. Junk food sendiri belum tentu baik dan juga halal. Kalau nutrition food atau masakan sendiri, kan, sudah jelas,” ungkapnya.

“Pesan untuk mahasiswa lain terutama anggota UKMKI UNTAG Surabaya, mari kita eksplor kemampuan kita. Galilah potensi yang lain, jangan cuma satu karena diera global seperti ini sangat ketat persaingannya. Jangan hanya menguasai satu keterampilan saja karena bisa jadi pekerjaan kita nantinya berasal dari keterampilan yang kita miliki,” tutupnya. (ua/aep)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minim Temuan, LSP P-1 Untag Surabaya akan Diajukan menjadi LSP Terbaik

UNTAG SURABAYA ABDIKAN DIRI DI KOTA REOG